COTTAGE DAN RESTORAN WATUDODOL

 COTTAGE DAN RESTORAN WATUDODOL
Arsitek:Sahirwan, IAI
Lokasi:Watudodol, Banyuwangi
Luas Lahan:3558 m2
Luas Bangunan:810 m2
Fotografer:M. Chottob W. IAI

Indonesia merupakan negeri yang kaya dengan potensi wisatanya, di berbagai sudut pulaupulaunya begitu indah untuk dieksplorasi dan ditingkatkan nilainya secara arsitektural. Kejelian dalam menangkap potensi suatu kawasan dibutuhkan dalam memaksimalkan potensi arsitekturalnya. Cottage Watudodol merupakan suatu kawasan wisata yang dikenal dengan pemandangan indahnya. Nama Watu Dodol sendiri merupakan suatu nama batu besar, yang menjadi suatu penanda kawasan yang cukup terkenal karena keunikannya. Batu besar yang bentuknya seakan tertancap di tanah dan menjulang vertikal ini dapat ditemui berada pada jalan menuju daerah yang dinamakan watu dodol.

Adapun kawasan cottage ini dibangun pada sekitar tahun 90-an, yaitu pada saat Banyuwangi masih merupakan suatu kawasan transit antara Jawa dan Bali. Karena hal ini kawasan dan bangunan cottage Watudodol ditata dengan konsep yang mengadaptasi arsitektur Bali. Hal ini dengan harapan bahwa kawasan ini bisa menjadi suatu resonansi dari pulau wisata Bali.

Area cottage dengan lahan terbatas ini, kebetulan berada di tepi pantai Watudodol, yang dikembangkan menjadi 8 unit cottage yang memiliki pemandangan masing-masing, yang sebagian ke arah pantai Watudodol, dan sebagian ke arah pegunungan. Unit-unit cottage ditata dalam layout yang mengelilingi kolam renang, sekaligus memaksimalkan potensi view yang ada.

Kolam renang ini sengaja diletakkan di tengah area sehingga diharapkan nantinya menjadi perluasan dan menyatukan pandangan ke arah laut dengan landscape cottage. Kawasan ini terdiri dari beberapa bagian, diantaranya area cottage yang disewakan, area kantor dengan bangunan penerima dan ruang tunggu, sebuah restoran, dan bangunan penunjang seperti dapur dan ruang linen. Selebihnya area merupakan pengelolaan landscape dengan pemandangan utama ke arah laut dan gunung. Pada saat proses perancangan yaitu pembicaraan arsitek dan pemilik, area ini sebagian sudah terbangun, sehingga konsep cottage yang ditawarkan lebih merupakan konsep baru untuk diaplikasikan pada keseluruhan kawasan. Banyak bagian yang sudah lebih dulu terbangun dirancang kembali. Arsitek merancang kawasan cottage ini berdasarkan permintaan owner yang pada awalnya menginginkan sebuah hotel dengan bangunan yang tinggi. Oleh arsitek kemudian diarahkan agar mengadopsi konsep kawasan cottage yang dirasa lebih memaksimalkan potensi kawasan. Konsep ini kemudian diterima dan diterapkan dalam rancangan.

Dengan konsep ini, hunian-hunian terpisah yang disewakan punya lebih banyak privasi, terlebih karena lokasinya yang dekat laut sehingga sempurna sebagai hunian sewa yang bersifat relaksasi. Ke 8 unit yang masing-masing terdiri dari 2 buah cottage kopel ini masingmasing punya view yang berbeda dan ditata dengan sedikit tidak beraturan. Hal ini bisa menimbulkan suatu kesan bahwa penataannya lebih bersifat alami.

Adanya kolam renang di tengah ternyata juga menjadi suatu pusat area kawasan berlatar-belakang laut dan gunung. Beberapa cottage bahkan memiliki tingkat sewa yang lebih tinggi berkaitan dengan pemandangan yang dimilikinya.

by :

Studio:PT. Kosa Matra Graha
Perumahan Graha Jatimulya No. 12
Instagram:kosamatragraha
No. Telpon:0341 400994
Email:kosamatra@gmail.com

Developer

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!