WARUNG TERMINAL MIE

 WARUNG TERMINAL MIE
Arsitek:Dian Widatama
Lokasi:Jl. Terusan Sigura-gura, Malang
Luas Lahan:180 m2
Luas Bangunan:165 m2
Fotografer:M. Chottob W. IAI

Terminal mie merupakan sebuah rumah makan, yang khusus menyajikan sajian mie tarik yang dibuat sendiri. Berbagai varian mie disajikan dengan menarik, yang menyisir pangsa pasar dari kalangan mahasiswa dari kampus-kampus di
sekitarnya. Sesuai dengan penamaannya, rumah makan ini didesain dengan mengetengahkan konsep terminal yang didukung oleh berbagai kosakata arsitektural, yang berkaitan dengan suasana terminal. Pemiliknya sengaja memberikan briefing bahwa bangunan rumah makan ini harus menyiratkan nuansa terminal sebagai keyword utamanya.

Terdiri dari tiga lantai, dengan kesan didalam rumah yang seperti dua lantai, rumah ini mengetengahkan suatu pendekatan perancangan yang berbeda dari kebanyakan. Hal ini didasari fakta bahwa rumah dibangun diatas lahan yang cukup luas, yang lebih menitikberatkan pada keberadaan taman-taman yang hendak dimasukkan sebagai elemen arsitekturalnya. Bangunan utama yang diletakkan justru pada lantai 2, merupakan jawaban atas keinginan mengapresiasi taman agar lebih dapat dinikmati maksimal. Hal ini karena lantai dasar diisi oleh ruang-ruang yang sifatnya servis.

Karenanya, eksplorasi bentukan, material dan detailnya, tidak jauh-jauh dari konsep tersebut. Terminal dapat dijumpai sebagai bangunan yang biasanya merakyat, demikian juga material yang digunakan cenderung industrialis. Karakter seperti bangunan dengan kerangka besi serta kesan rustic dari kayu juga diangkat menjadi sebuah tema khusus. Keberadaan bangunan dengan karakter ini seakan menjadi sebuah replika dari terminal yang sebenarnya, tentunya dengan sebuah konteks yang benar-benar berbeda yaitu sebuah
rumah makan. Ada dua kosakata utama yang ingin ditampilkan pada bangunan ini.

Yang pertama adalah bangunan sebagai sebuah terminal, dan yang kedua tidak mengesampingkan nuansa oriental yang dibawa oleh jenis makanan mie tersebut. Karena itu bangunan tampil dengan layaknya sebuah terminal, sedangkan unsur oriental nya hadir sebagai warna-warna yang dipilih. Untuk kesan terminal yang lebih kuat, sang pemilik dan arsitek Dian Widatama memutuskan untuk menempatkan mobil-mobil angkot yang sengaja dibelah untuk dipakai sebagai elemen dekoratif. Mobil-mobil angkot yang dibelah ini tampil pada lantai 1 dan lantai 2, yang diintegrasikan sebagai dekorasi maupun furniture. Khususnya di lantai dua terdapat angkot yang dibelah kemudian diisi tempat duduk. Alhasil keberadaannya menjadi sangat unik dan instagramable, dalam Bahasa trendy saat ini.

Unsur oriental hadir sebagai warna-warna yaitu merah, kuning dan hijau, berpadu dengan elemen-elemen lainnya menyiratkan nuansa yang terkesan oriental. Warna kuning hadir pada dinding, warna merah pada furniture kursi kursinya, sedangkan hijau pada elemen besi-besi maupun tiang. Secara umum, rancangan bangunan Terminal Mie ini tampaknya cukup berhasil untuk membawa replika suasana terminal dan nuansa oriental klasik, yang menjadi tema dari sebuah konteks bangunan yang lain dari asalnya.

by :

Studio:Griya Cipta Kreasindo
Bumiayu Residence – Jl. Kyai Parseh Jaya, Bumiayu – Kota Malang
Instagram:dianwidatama_insta
No. Telpon:081231513177
Email:dianwidatama@gmail.com

Developer

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!